Menu

Solitaire dalam Budaya Pop: Film, Seri, dan Sastra
Blog5 min read3 November 2025

Solitaire dalam Budaya Pop: Film, Seri, dan Sastra

Solitaire adalah permainan yang tenang dan sederhana, sering diasosiasikan dengan kesabaran dan kesendirian.

Solitaire dalam Budaya Pop: Film, Seri, dan Sastra

Namun, jika Anda melihat dengan cermat, permainan ini telah menyusup ke dalam budaya populer hampir di mana-mana — dalam film, acara TV, dan bahkan sastra. Hari ini, kita dapat dengan aman mengatakan bahwa permainan kartu sederhana ini telah menjadi simbol dalam haknya sendiri.

Simbol kesendirian... tetapi bukan hanya itu

Anda mungkin telah memperhatikan: dalam film atau seri, ketika seseorang ditampilkan sedang bermain Solitaire, itu jarang dilakukan untuk bersenang-senang. Sebagian besar waktu, itu digunakan untuk menunjukkan karakter yang sendirian, merenung, terputus dari dunia... atau bahkan seseorang yang membuang-buang waktu alih-alih bekerja.

Dalam House of Cards, misalnya, kita melihat Frank Underwood bermain Solitaire di komputernya — detail kecil yang mengatakan banyak tentang kepribadiannya: perhitungan, metodis, soliter. Permainan ini menjadi metafora untuk bagaimana ia menjalani hidup — kartu demi kartu, strategi demi strategi.

Dalam sinema: Detail yang berbicara banyak

Dalam film, Solitaire sering menjadi alat penceritaan visual yang mengatakan banyak tanpa satu kata pun.

Ambil contoh The Thomas Crown Affair (1968). Steve McQueen memainkan seorang pria kaya, cerdas, dan agak jauh — dan ya, kita melihatnya bermain Solitaire. Itu bukan kebetulan. Permainan ini menyoroti kendalinya atas waktu, kebutuhannya akan penguasaan, dan kebosanannya dengan dunia yang terlalu mudah baginya.

Dan, tentu saja, ada gambar ikonik dari Windows Solitaire. Berapa banyak film atau acara TV yang menunjukkan seorang pekerja kantor terjebak di mejanya, mengklik kartu untuk membunuh waktu? Layar hijau kecil itu hampir menjadi simbol kehidupan modern — jeda mental mikro antara dua email.

Dalam sastra: Permainan kartu... dan makna

Dalam novel juga, Solitaire telah menemukan tempatnya. Bagi beberapa penulis, itu menjadi metafora untuk kehidupan. Setiap permainan adalah serangkaian pilihan, kesalahan, peluang yang terlewat, dan keberuntungan.

Dalam The Stranger oleh Albert Camus, meskipun permainan ini tidak disebutkan secara langsung, kita menemukan ide yang serupa: karakter yang terpisah, hampir pengamat dari keberadaannya sendiri. Solitaire, dengan cara tertentu, adalah permainan yang menghadapkan Anda pada diri sendiri — tidak ada kecurangan yang mungkin.

Lebih baru-baru ini, beberapa penulis telah menggunakannya sebagai simbol ketahanan atau ketenangan batin. Tindakan sederhana mengocok, menempatkan, dan memulai kembali menjadi ritual — cara untuk mendapatkan kembali kendali dan memfokuskan pikiran.

Dalam seri modern: Sentuhan nostalgia

Dalam acara-acara yang lebih baru, Solitaire sering muncul kembali sebagai sentuhan vintage.

Dalam Stranger Things atau The Office, Anda kadang-kadang melihat seorang karakter di depan komputer tua dengan Solitaire terbuka — sedikit isyarat ke masa ketika internet belum ada di mana-mana. Ini adalah detail set kecil, tetapi selalu membawa senyum bagi penonton yang mengingat era itu.

Dan lebih dari itu, Solitaire telah menjadi meme budaya: di media sosial, sering kali diubah menjadi lelucon, simbol "kebosanan dengan martabat." Bahkan generasi muda yang tidak pernah memainkan versi Windows yang asli mengenali kartu-kartu yang melompat di layar setelah menang. Ini juga digunakan sebagai pengingat nostalgia tentang waktu sebelum internet mengambil alih.

Pada intinya, Solitaire tidak pernah hanya sekadar permainan kartu. Ini adalah cermin emosi, simbol yang halus yang telah melintasi era dan layar. Dalam film, itu mewakili kesendirian atau pengendalian diri; dalam sastra, refleksi dan takdir; dan dalam televisi, nostalgia dari masa digital yang lalu.

Jadi, lain kali Anda melihat seseorang bermain Solitaire di layar, lihatlah lebih dekat — ada kemungkinan besar itu bukan hanya untuk menghabiskan waktu.